Tunisia Akhirnya Izinkan Foto KTP Wanita yang Berjilbab


Pemerintah transisi Tunisia Jumat lalu mengumumkan bahwa mereka akan merubah beberapa aturan untuk memungkinkan foto perempuan memakai jilbab di kartu tanda penduduk (KTP) sebagai bagian dalam menghormati kebebasan individu.

Tidak seperti Iran dan Arab Saudi di mana perempuan memang diwajibkan untuk mengenakan jilbab, Tunisia pada masa pemerintahan Presiden Zine El Abidine Ben Ali yang telah digulinggkan justru melarang wanita untuk berjilbab.

Kementerian dalam negeri mengatakan perubahan itu terjadi sepanjang momentum Revolusi Jasmine dan untuk menjamin penghormatan terhadap kebebasan publik dan individu.

Sebuah peraturan yang diterbitkan pada tahun 1993 menetapkan harus terlihatnya rambut, wajah dan mata dalam foto KTP, tapi sekarang pemerintah transisi tengah berusaha mengubah peraturan tersebut untuk memungkinkan wajah dan mata saja yang boleh terlihat dengan kata lain wanita berjilbab yang menutupi rambutnya bisa menggunakan foto seperti itu dalam KTP mereka.

Pada Februari lalu pemerintahan transisi Tunisia telah memperbolehkan foto KTP untuk pria berjenggot, dalam sikap untuk menerima penganut Islam ketat yang sebelumnya dilarang selama pemerintahan sekuler Ben Ali.

Oposisi dan organisasi hak asasi manusia telah mengutuk rezim Ben Ali atas tindakannya mempersempit kebebasan perempuan mengenakan jilbab, yang mereka sebut sebagai tindakan melanggar kebebasan individu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s